Rabu, November 24, 2010

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

Community Health Nursing

∞ Pelayanan keperawatan profesional yang merupakan
    perpaduan antara konsep kesehatan masyarakat dan
    konsep keperawatan yang ditujukan pada seluruh
    masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko
    tinggi.

∞ Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang
    optimal dilakukan melalui peningkatan kesehatan
    (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di semua
    tingkat pencegahan (levels of prevention).

∞ Menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang
    dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra kerja
    dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
    pelayanan keperawatan.

Asuhan Keperawatan
Komunitas

• Sintesa praktik kesehatan komunitas & praktik
   keperawatan komunitas
• Bertujuan meningkatkan & memelihara kesh
   masy serta peran serta masy dlm melakkukan
   upaya preventif, promotif, dan mempertahankan
   kesehatan.
• Memerlukan metode ilmiah 􀃆 Proses
   Keperawatan Komunitas
• Pendekatan keluarga binaan dan kelompok
   kerja komunitas.

PENGERTIAN PROSES

Proses adalah suatu rangkaian kegiatan
yang berurutan yang terdiri dari komponenkomponen
yang saling terkait, berhubungan,
dinamis dalam rangka mencapai tujuan
tertentu

PENGERTIAN KEPERAWATAN

Keperawatan adalah suatu bentuk
pelayanan profesional yg merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan
berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan,
berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual
yang komprehensif, ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat,
baik sehat maupun sakit yg mencakup
seluruh proses kehidupan.


PROSES KEPERAWATAN

Proses keperawatan adalah metode
yang sistematis untuk mengkaji respon
manusia terhadap masalah kesehatan dan
membuat rencana keperawatan yang
bertujuan mengatasi masalah tersebut (CV
Allen, 1991)

Proses Keperawatan
Komunitas

Metode asuhan keperawatan yang bersifat
alamiah, sistematis, dinamis, kontinu, dan
berkesinambungan dalam rangka
memecahkan masalah kesehatan dari klien,
keluarga serta kelompok atau masyarakat
melalui langkah-langkah: pengkajian,
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
keperawatan.

Dalam penerapan proses keperawatan terjadi proses alih
peran dari tenaga keperawatan kepada klien (sasaran)
secara bertahap dan berkelanjutan untuk mencapai
kemandirian sasaran dalam menyelesaikan masalah
kesehatan.


CIRI KEPERAWATAN KOMUNITAS

􀂉 Perpaduan antara pelayanan keperawatan dengan
    kesehatan komunitas
􀂉 Adanya kesinambungan pelayanan kesehatan
    (continuity of care)
􀂉 Focus pelayanan pada upaya promotif dan preventif.
􀂉 Terjadi proses alih peran dari perawat kesehatan
    komunitas kepada klien (individu, keluarga, kelompok,
    masyarakat) sehingga terjadi kemandirian.
􀂉 Ada kemitraan perawat kesehatan komunitas dengan
    masyarakat dalam upaya kemandirian klien.
􀂉 Memerlukan kerja sama dengan tenaga kesehatan lain
    dan masyarakat.


TUJUAN PROSES
KEPERAWATAN

Agar diperoleh asuhan keperawatan
komunitas yang bermutu, efektif dan efisien
sesuai dengan permasalahan yang terjadi
pada masyarakat.
Agar pelaksanaan asuhan keperawatan
komunitas dapat dilakukan secara
sistematis, dinamis, berkelanjutan dan
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

TUJUAN DARI ASUHAN
KEPERAWATAN

􀂾 Memberi bantuan yang paripurna dan efektif kepada
    semua orang yang memerlukan pelayanan kesehatan
    sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional.
􀂾 Menjami semua bantuan diarahkan untuk memenuhi
    kebutuhan klien.
􀂾 Melibatkan klien dalam perencanaan dan pelaksanaan
    asuhan keperawatan.
􀂾 Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua
    anggota tim kesehatan.
􀂾 Meningkatkan status kesehatan masyarakat. Perawat
    kesehatan komunitas harus memiliki ketrampilan dasar
    tentang epidemiologi penelitian, pengajaran, organisasi
    masyarakat dan hubungan interpersonal yang baik.

Anderson (1988),
Sasaran:

1. Individu, peran caregiver kepada individu
    dg masalah kesh tertentu;
2. Keluarga, keluarga dg anggota keluarga
    yg memp. masalah kesh. sesuai tugas
    keluarga.
3. Komunitas, orientasi individu dan
    keluarga sebagai suatu kesatuan dalam
    komunitas.


FUNGSI PROSES KEPERAWATAN
KOMUNITAS.

􀂙 Memberikan pedoman yangsistematis dan ilmiah bagi
    tenaga kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam
    memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.
􀂙 Agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang
    optimal sesuai dengan kebutuhannya.
􀂙 Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan
    pemecahan masalah, komunikasi yang efektif dan efisien
    serta melibatkan peran serta masyarakat.
􀂙 Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat
    berkaitan dengan permasalahan atau kebutuhannya,
    sehngga mendapat pelayanan yang cepat agar
    memepercepat proses penyembuhan.

Teori Betty Neuman

• Komunitas dilihat sebagai klien 􀃆
   dipengaruhi:
1. Komunitas sebagai Klien
2. Penggunaan Proses Keperawatan sebagai
    Pendekatan


Langkah Langkah

1. Pengkajian
2. Diagnosa keperawatan
3. Perencanaan
4. Pelaksanaan
5. Evaluasi atau penilaian

Pengkajian

􀂃 Pengkajian keperawatan komunitas
    merupakan suatu proses tindakan untuk
    mengenal komunitas.
􀂃 Mengidentifikasi faktor positif dan negatif
    yang berbenturan dengan masalah
    kesehatan dari masyarakat hingga sumber
    daya yang dimiliki komunitas dengan
    tujuan merancang strategi promosi
    kesehatan.

Pengkajian

􀂃 Pada tahap pengkajian ini perlu didahului dengan
    sosialisasi program perawatan kesehatan komunitas
    serta program apa saja yang akan dikerjakan bersama –
    sama dalam komunitas tersebut.
􀂃 Sasaran dari sosialisasi ini adalah tokoh masyarakat
    baik formal maupun non formal, kader masyarakat, serta
    perwakilan dari tiap elemen dimasyarakat (PKK, karang
    taruna, dan lainnya).
􀂃 Pada tahap pengkajian ini terdapat beberapa kegiatan
    yaitu mulai dari pengumpulan data, pengolahan data,
    analisis data, perumusan atau penentuan masalah
    prioritas.

PENGKAJIAN

o Kumpulan individu/ keluarga di komunitas
    merupakan “Core“ dari asuhan
    keperawatan komunitas
o Demografi, populasi, nilai- nilai, keyakinan
   dan riwayat individu termasuk riwayat
   kesehatannya, serta dipengaruhi pula oleh
   delapan sub sistem: fisik dan lingkungan
   perumahan, pendidikan , keselamatan dan
   transportasi, politik dan kebijakan
   pemerintah, kesehatan dan pelayanan
   sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.


PENGKAJIAN

Semua aspek tersebut perlu dikaji melalui
pengamatan langsung ke masyarakat
dengan klien (Winshield survey) di mana
perawat komunitas melakukan
pengamatan dengan berkeliling wilayah
dan menggunakan semua panca indranya
dalam melakukan observasi, ditunjang
pula dengan data statistik wilayah dan
hasil wawancara dengan tokoh
masyarakat dan kader kesehatan.

Data inti :

1) Usia yang berisiko
2) Pendidikan
3) Jenis kelamin
4) Pekerjaan
5) Agama
6) Keyakinan
7) Nilai – nilai
8) Riwayat komunitas, yang dapat merupakan
    stressor timbulnya gangguan


Data Subsistem

1. Physical Environment
Perumahan yang dihuni penduduk, apakah penerangan, sirkulasi,
kepadatannya merupakan stressor bagi penduduk
2. Education
(Status pendidikan, sarana pendidikan) apakah dapat digunakan untuk
peningkatan pengetahuan
3. Safety & Transportation
(Pelayanan perlindungan: kebakaran, polisi, sanitasi; Transportasi : berupa
jalan dan sarana angkutan ) di lingkungan tempat tinggal, apakah tidak
menimbulkan stress
4. Politics & Government
Politik dan kebijakan pemerintah ( tingkat RT, RW, Lurah, Camat dan lainlain) apakah cukup menunjang sehingga memudahkan komunitas
mendapat pelayanan diberbagai bidang termasuk kesehatan
5. Health & Social Services
( PKK, Karang taruna, panti , LKMD, Posyandu dan lain-lain ) apakah
tersedia untuk melakukan deteksi dini pada gangguan / merawat /
memantau apabila gangguan sudah terjadi.
6. Communication
(Formal : koran, radio, TV ; informal : papan pengumuman, poster dan
sebagainya )apakah sarana komunikasi dapat dimanfaatkan di
komunitas tersebut untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan
gangguan kesehatan, misalnya televisi, radio, koran, leaflet yang
diberikan kepada komunitas.
7. Economics
tingkat sosial ekonomi komunitas secara keseluruhan apakah sesuai
dengan UMR ( Upah Minimum Regional / individu/ bulan ) dibawah atau
diatas sehingga upaya pelayanan, misalnya anjuran untuk konsumsi
jenis makanan sesuai status ekonomi tersebut.
8. Recreation
apakah tersedia sarana , kapan saja dibuka, biayanya apakah terjangkau
oleh komunitas. Rekreasi ini hendaknya dapat digunakan komunitas
untuk mengurangi stress


Langkah pengkajian :

a. Mengumpulkan data primer
b. Mengumpulkan data sekunder:
c. Membahas data yang terkumpul

Mengumpulkan data

Primer

Wawancara
√ Masyarakat
√ Tokoh masyarakat
√ Kader
√ Aparat kelurahan / desa
√ Pemerintah Daerah setempat

Observasi
√ Norma
√ Nilai
√ Keyakinan
√ Struktur kekuatan
√ Proses penyelesaian masalah
√ Dinamika kelompok masyarakat
√ Pola komunikasi
√ Situasi/ kondisi lingkungan wilayah

Rembug desa dan atau survey mawas diri bersama masyarakat
Melakukan pengukuran langsung data kesehatan masyarakat


Mengumpulkan data sekunder

Dilakukan dengan cara mencatat data dan
informasi dari sumber yang relevan untuk
wilayah yang menjadi tanggung
jawabnya.misalnya catatan kelahiran,
kematian, cakupan pelayanan.

Membahas data yang terkumpul
Kegiatan yang dilakukan yaitu Lokakarya
mini atau pertemuan khusus pada forum
koordinasi. Melalui pembahasan ini
dirumuskan masalah serta mencari
penyebabnya.


2. Analisa Data

Tujuan :

- menetapkan kebutuhan komuniti
- Menetapkan kekuatan
- Mengidentifikasi pola respon kesehatan
- Mengidentifikasi kecenderungan
   penggunaan pelayanan kesehatan

• Data dikelompokkan dan dianalisis 􀃆 stressor
   yg mengancam masyarakat reaksi yg timbul
   pada masyarakat.
• Disusun diagnosis keperawatan terdiri masalah
   kesehatan, karakteristik populasi, karakteristik
   lingkungan
• Dirumuskan dalam PES
ex.
Risiko gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan
tubuh pada komunitas di RW 02 Kelurahan
Guntung Payung yang berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Cara mengkategorikan data :
- Karakteristik demografi
- Karakteristik geografi
- Karakteristik sosial – ekonomi
- Pelayanan dan Sumber kesehatan

Contoh Diagnosa Keperawatan

Incomplete immunization status of children at
temple elementary
Inadequate communication between parents
and school’s staff
School health records at temple elementary
Potensial terjadi diare di RW 01

ANALISA DATA
KOMUNITAS

NO
DATA
MASALAH




PRIORITAS MASALAH
KOMUNITAS

NO
MK
A
B
C
D
E
F
G
KETERSEDIAAN SUMBER
H
I
J
K
L















A. Sesuai dg. peran CHN
B. Sesuai dg. prog. Pemerintah
C. Sesuai dg. Intervensi pendkes
D. Risiko terjadi
E. Risiko parah
F. Minat masyarakat
G. Kemudahan untuk diintervensi
H. Tempat
I. Dana
J. Waktu
K. Fasilitas
L. Petugas

d. Perencanaan

Tahapan pengembangan masyarakat:
1. persiapan, penentuan prioritas daerah
2. Pengorganisasian, pembentukan pokjakes.
3. Tahap diklat
4. Tahap kepemimpinan
5. Koordinasi intersektoral
6. Akhir, supervisi atau kunjungan bertahap.

Implementasi

Tanggung jawab melaksanakan kegiatan:
• Bantuan mengatasi masalah kurang
   nutrisi, mempertahankan kondisi
   seimbang, meningkatkan kesehatan
• Mendidik komunitas tentang perilaku sehat
   untuk mencegah kurang gizi
• Advokat komunitas.

Fokus Praktik

1. Pencegahan primer, pencegahan sebelum
    sakit;
2. Pencegahan sekunder, dilakukan pada
    saat terjadinya perubahan derajat
    kesehatan;
3. Pencegahan tersier, menekankan
    pengembalian individu pd tingkat
    berfungsinya secara optimal.

Evaluasi

Dilakukan dengan konsep evaluasi struktur,
proses, hasil.
Fokus:
1. Relevansi antara kenyataan dengan target
2. Perkembangan/ kemajuan proses, kesesuaian dg perencanaan,
    peran pelaksana, fasilitas dan jumlah peserta
3. Efisiensi biaya, bagaimana mencari sumber dana
4. Efisiensi kerja, apakah tujuan tercapai, apakah masyarakat
    puas.
5. Dampak, apakah terjadi perubahan status kesehatan. lama.

Proses Evaluasi

1. Menilai respon verbal dan nonverbal
2. Mencatat adanya kasus baru yg dirujuk
    ke RS

KEPERAWATAN KOMUNITAS

KEPERAWATAN KOMUNITAS

Perawat komunitas dapat bekerja diberbagai tatanan:
Klinik rawat jalan
Kantor kesehatan
Kesehatan kerja
Sekolah
Rumah
Perkemahan
Institusi pemeliharaan kesehatan
Tempat pengungsian

Perawat di komunitas dapat bekerja sebagai:
Perawat keluarga
Perawat sekolah
perawat kesehatan kerja
perawat gerontologi

Keperawatan kesehatan keluarga
Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat keperawatan tingkat kesehatan masyarakat yang dipusatkan pada keluarga sebagai satu kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan sebagai upaya (Bailon dan Maglaya, 1978).

Perawat keluarga
Perawat keluarga adalah Perawat teregistrasi dan telah lulus dalam bidang keperawatan yang dipersiapkan untuk praktek memberikan pelayanan individu dan keluarga disepanjang rentang sehat sakit. Praktek ini mencakup pengambilan keputusan independen dan interdependen dan secara langsung bertanggung gugat terhadap keputusan klinis.

Peran perawat keluarga adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga, berpartisipasi dan menggunakan hasil riset, mengembangkan dan melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan, kepemimpinan, pendidikan, case managemen dan konsultasi.

Perawat kesehatan sekolah
Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan, BB, 1986)

Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unit individu, kelompok dan masyarakat sekolah.
Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat, menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat. Fokus utama perawat kesehatan sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader.

Perawat kesehatan kerja
Perawatan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip-prinsip keperawatan dalam memelihara kelestarian kesehatan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan (American Asociation of Occupational Health Nursing)

Perawat kesehatan kerja mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unik individu, kelompok dan masyarakat di tatanan industri, pabrik, tempat kerja, tempak konstruksi, universitas dan lain-lain.

Lingkup praktek keperawatan kesehatan kerja mencakup pengkajian riwayat kesehatan, pengamatan, memberikan pelayanan kesehatan primer konseling, promosi kesehatan, administrasi management quality asurance, peneliti dan kolaburasi dengan komunitas.

Perawat gerontology

Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal.

Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. Peran lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan, malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjuy usia, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan, mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat.

Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus, pendidikan, konsultasi , penelitian dan administrasi.

ANALISA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS

ANALISA DAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN KOMUNITAS

Analisa

􀁺 Mempelajari data baik data kualitatif atau
    kuantitatif.
􀁺 Semua aspek perlu dipertimbangkan
􀁺 Menentukan kebutuhan kesh. komunitas dan
    kekuatan komunitas dalam merespon stressor
􀁺 Akhir dari analisa adalah diagnosa
    keperawatan komunitas
Community y analysis
􀁺 Tahap analis meliputi: katagorisasi,
    kesimpulan, perbandingan, dan elaborasi
    kesimpulan
􀁺 Contoh

KATAGORI
KESIMPULAN
PENARIKAN KESIMPULAN
Demograpi (usia)
42% populasi ≤19 Th
% dari anak-dan remaja besar

Diagnosa keperawatan
Komunitas

􀁺 Pernyataan dari populasi mengenai kondisi,
    trend, masalah-masalah potensial, kekuatan
    dan situasi laten (Watson, 1984 dalam Ervin, 2002)
􀁺 Terdiri dari 3 bagian meliputi: Deskripsi dari
    masalah (respon atau pernyataan),
    identifikasi faktor etiologi, tanda dan gejala.

Diagnosa keperawatan komunitas

• Contoh 1:

Tingginya kematian bayi di Desa Damean
berhubungan dengan
- inadekuat sumber untuk perawatan
  kebutuhan anterpartum
- keterbatasan akses terhadap pelayanan
  anterpartum
- kurangnya praktisi obstetri di Desa Damean

Diagnosa keperawatan komunitas

􀂆 Contoh 2:

Tingginya prevalensi dari gigi caries di SD
Damean 2 berhubungan dengan
- kurangnya pengkajian dan penanganan gigi di
  klinik kesehatan di Desa Damean
- kurangnya kadar flourida dalam air di wilayah
  desa Damean
- rendahnya pendapatan perkapita masyarakat
- tidak pernah ada pendidikan kesehatan gigi
Diagnosa keperawatan komunitas
􀁺 1 Diagnosa keperawatan -- etiologi dan
    tanda/gejala dapat multipel
􀁺 Etiologi dapat diperoleh dari beberapa
    subsistem
􀁺Contoh pada diagnosa 2 -- etiologi dari 4
    subsistem meliputi pendidikan, layanan
    kesehatan dan sosial, lingkungan fisik,
    dan ekonomi

Latihan kasus
􀁺 Studi agregat balita sulit kasus makan di
    Desa Damean
􀁺 Rumuskan diagnosa keperawatan
    komunitas (sebelumnya lakukan analisa
    terhadap data yang ditemukan meliputi
    pengkatagorian, kesimpulan dan
    penarikan kesimpulan)

Kesimpulan

􀁺 Merumuskan diagnosa keperawatan
    komunitas memerlukan pemikiran yang
    kritis dalam mengambil keputusan
􀁺 Ini sebuah tantangan dan tugas utama
􀁺 Komplet dan validnya diagnosa akan
    berdampak pada tahap selanjutnya dari
    proses keperawatan dan dasar dari
    perencanaan program kesehatan

http://yoyokbektiprasetyo.staff.umm.ac.id

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT KOMUNITAS

Definisi Peran Perawat
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier Barbara, 1995:21).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik professional. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk kejelasan.
Care Giver :
Pada peran ini perawat diharapkan mampu
  1. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga , kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
  2. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan klien berdasrkan kebutuhan significan dari klien.
  3. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
Elemen Peran
Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat professional (ELEMENT ROOL) antara lain : care giver, client advocate, conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant dan interpersonal proses.
Client Advocate (Pembela Klien)
Tugas perawat :
  1. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya.
  2. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, sehingga diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien.
Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Disparty, 1998 :140).
Hak-Hak Klien (Dysparty,1998) antara lain :
  1. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
  2. Hak atas informasi tentang penyakitnya
  3. Hak atas privacy
  4. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
  5. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.
Hak-Hak Tenaga Kesehatan antara lain :
  1. Hak atas informasi yang benar
  2. Hak untuk bekerja sesuai standart
  3. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
  4. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
  5. Hak atas rahasia pribadi
  6. Hak atas balas jasa
Conselor
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.
Peran perawat :
  1. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.
  2. Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya.
  3. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.
  4. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan
Educator :
Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seseorang guru membantu murid untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses interaktif antara guru dengan satu atau banyak pelajar dimana pembelajaran obyek khusus atau keinginan untuk merubah perilaku adalah tujuannya. (Redman, 1998 : 8 ). Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru atau ketrampilan secara teknis.
1.      Dilakukan kepada klien /klg , tim kes. Lain baik secara spontan pada saat berinteraksi maupun formal.
2.      Membantu klien mempertinggi pengetahuan dalam upaya meningkatkan kesehatan .
3.      Dasar pelaksanaan adalah intervensi dalam proses keperawatan.
Collaborator
Peran Sebagai Kolaborator Perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya dalam kaitannya membantu mempercepat penyembuhan klien
Coocrdinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemeberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.
Tujuan Perawat sebagi coordinator adalah :
a. Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara efektif, efisien dan menguntungkan klien.
b. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan pada klien.
c. Menggunakan keterampilan perawat untuk :
1.      Merencanakan
2.      Mengorganisasikan
3.      Mengarahkan
4.      Mengontrol
Change Agent
Pembawa perubahan adalah seseorang yg berinisiatip membantu orla membuat perubahan pada dirinya atau pada system (Kemp,1986)
Mengidentifikasi masalah, mengkaji motifasi pasien dan membantu klien tuk berubah, menunjukan alternated, menggali kemungkinan hasilk dari alternative, mengkaji sumber daya menunjukan peran membantu, membina dan mempertahankan hubungan membantu, membantu selama fase dari proses perubahan dan membimbing klien melalui fase ini (Marriner Torney)
PERAN PERAWAT MENURUT KONSORSIUM ILMU KESEHATAN TH 1989
1.      Peran sebagai pemberi Asuhan Keperawatan.
2.      Peran Sebagai Advokat ( Pembela) Klien
3.      Peran Sebagai Edukator
4.      Peran Sebagai Koordinator
5.      Peran Sebagai Kolaborator
6.      Peran Sebagai Konsultan
7.      Peran Sebagai Pembeharu
PERAN PERAWAT HASIL LOKAKARYA KEPERAWATAN TH 1986
Selain peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan, terdapat pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 yang membagi menjadi 4 peran diantaranya
1.       peran perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan,
2.       peran perawat sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan,
3.       peran perawat sebagai pendidik dalam keperawatan serta
4.       peran perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.
PERAN PERAWAT KESMAS
1.      Pelaksana pelayanan keperawatan
2.      Pendidik
3.      Koordinator pelayanan kesehatan
4.      Innovator/pembaharu
5.      Organisator yankes
6.      Role Model/panutan
7.      Fasilitator
8.      Pengelola/Manajer
FUNGSI PERAWAT
Merupakan suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya, dapat berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain
1.      Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri
2.      Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.
3.      Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang ber sifat saling ketergantungan di antara tam satu dengan lainya fungsa ini dapat terjadi apa bila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderaita yang mempunyai penyskit kompleks keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainya, seperti dokter dalam memberikan tanda pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah di berikan.

Rabu, November 03, 2010

APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Komunitas di keluarga

Transcultural Nursing
adalah suatu area/wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002)

Proses keperawatan Transcultural Nursing
 

Pengkajian Transkultural dalam Keluarga mengidentifikasi masalah kesehatan klien sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger and
Davidhizar, 1995).
Pengkajian dirancang berdasarkan 7 komponen yang ada pada "Sunrise Model" yaitu; Faktor teknologi (tecnological factors), Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factors), Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kinship and social factors), Nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural value and life ways), Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (political and legal factors), Faktor ekonomi (economical factors), Faktor pendidikan (educational factors)

Faktor teknologi (tecnological factors)
ž  Teknologi kesehatan memungkinkan individu untuk memilih atau mendapat penawaran menyelesaikan masalah dalam pelayanan kesehatan.
ž  Perawat perlu mengkaji : persepsi sehat sakit, kebiasaan berobat atau mengatasi masalah kesehatan, alasan mencari bantuan kesehatan, alasan klien memilih pengobatan alternatif dan persepsi klien tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan kesehatan saat ini.

Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factors)
ž  Agama adalah suatu simbol yang mengakibatkan pandangan yang amat realistis bagi para pemeluknya. Agama memberikan motivasi yang sangat kuat untuk menempatkan kebenaran di atas segalanya, bahkan di
atas kehidupannya sendiri.
ž  Faktor agama yang harus dikaji oleh perawat
adalah : agama yang dianut, status pernikahan, cara pandang klien terhadap penyebab penyakit, cara pengobatan dan kebiasaan agama yang berdampak positif terhadap kesehatan.

Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kinship and social factors)
ž  Perawat pada tahap ini harus mengkaji faktor-faktor : nama lengkap, nama panggilan, umur dan tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status, tipe keluarga, pengambilan keputusan dalam keluarga, dan hubungan klien dengan kepala keluarga

Nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural value and life ways)
ž  Nilai-nilai budaya adalah sesuatu yang dirumuskan dan ditetapkan oleh penganut budaya yang dianggap baik atau buruk. Norma-norma budaya adalah suatu kaidah yang mempunyai sifat penerapan terbatas pada penganut budaya terkait.
ž  Yang perlu dikaji pada faktor ini adalah : posisi dan jabatan yang dipegang oleh kepala keluarga, bahasa yang digunakan, kebiasaan makan, makanan yang dipantang dalam kondisi sakit, persepsi sakit berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kebiasaan membersihkan diri.


Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (political and legal factors)
ž  Kebijakan dan peraturan yang berlaku adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kegiatan individu dalam asuhan keperawatan lintas budaya (Andrew and Boyle, 1995).
ž  Yang perlu dikaji pada tahap ini adalah : peraturan dan kebijakan yang berkaitan  dengan kebijakan KB, JAMKESMAS, ASKESKIN

Faktor ekonomi (economical factors)
ž  Klien yang dirawat di rumah sakit memanfaatkan sumber-sumber material yang dimiliki untuk membiayai sakitnya agar segera sembuh.
ž  Faktor ekonomi yang harus dikaji oleh perawat diantaranya : pekerjaan, sumber biaya pengobatan, tabungan yang dimiliki oleh keluarga,
biaya dari sumber lain misalnya asuransi, penggantian biaya dari kantor atau patungan antar anggota keluarga.

Faktor pendidikan (educational factors)
ž  Latar belakang pendidikan klien dalam keluarga adalah pengalaman klien dalam menempuh jalur pendidikan formal tertinggi saat ini. Semakin tinggi pendidikan klien maka keyakinan klien biasanya didukung oleh bukti bukti ilmiah yang rasional dan individu tersebut dapat belajar beradaptasi  terhadap budaya yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
ž  Hal yang perlu dikaji pada tahap ini adalah : tingkat pendidikan anggota kelg, jenis pendidikan serta kemampuannya untuk belajar secara aktif mandiri tentang pengalaman sakitnya sehingga tidak terulang kembali.