Rabu, November 24, 2010

KEPERAWATAN KOMUNITAS

KEPERAWATAN KOMUNITAS

Perawat komunitas dapat bekerja diberbagai tatanan:
Klinik rawat jalan
Kantor kesehatan
Kesehatan kerja
Sekolah
Rumah
Perkemahan
Institusi pemeliharaan kesehatan
Tempat pengungsian

Perawat di komunitas dapat bekerja sebagai:
Perawat keluarga
Perawat sekolah
perawat kesehatan kerja
perawat gerontologi

Keperawatan kesehatan keluarga
Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat keperawatan tingkat kesehatan masyarakat yang dipusatkan pada keluarga sebagai satu kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan sebagai upaya (Bailon dan Maglaya, 1978).

Perawat keluarga
Perawat keluarga adalah Perawat teregistrasi dan telah lulus dalam bidang keperawatan yang dipersiapkan untuk praktek memberikan pelayanan individu dan keluarga disepanjang rentang sehat sakit. Praktek ini mencakup pengambilan keputusan independen dan interdependen dan secara langsung bertanggung gugat terhadap keputusan klinis.

Peran perawat keluarga adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga, berpartisipasi dan menggunakan hasil riset, mengembangkan dan melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan, kepemimpinan, pendidikan, case managemen dan konsultasi.

Perawat kesehatan sekolah
Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan, BB, 1986)

Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unit individu, kelompok dan masyarakat sekolah.
Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat, menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat. Fokus utama perawat kesehatan sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader.

Perawat kesehatan kerja
Perawatan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip-prinsip keperawatan dalam memelihara kelestarian kesehatan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan (American Asociation of Occupational Health Nursing)

Perawat kesehatan kerja mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unik individu, kelompok dan masyarakat di tatanan industri, pabrik, tempat kerja, tempak konstruksi, universitas dan lain-lain.

Lingkup praktek keperawatan kesehatan kerja mencakup pengkajian riwayat kesehatan, pengamatan, memberikan pelayanan kesehatan primer konseling, promosi kesehatan, administrasi management quality asurance, peneliti dan kolaburasi dengan komunitas.

Perawat gerontology

Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal.

Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. Peran lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan, malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjuy usia, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan, mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat.

Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus, pendidikan, konsultasi , penelitian dan administrasi.

ANALISA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS

ANALISA DAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN KOMUNITAS

Analisa

􀁺 Mempelajari data baik data kualitatif atau
    kuantitatif.
􀁺 Semua aspek perlu dipertimbangkan
􀁺 Menentukan kebutuhan kesh. komunitas dan
    kekuatan komunitas dalam merespon stressor
􀁺 Akhir dari analisa adalah diagnosa
    keperawatan komunitas
Community y analysis
􀁺 Tahap analis meliputi: katagorisasi,
    kesimpulan, perbandingan, dan elaborasi
    kesimpulan
􀁺 Contoh

KATAGORI
KESIMPULAN
PENARIKAN KESIMPULAN
Demograpi (usia)
42% populasi ≤19 Th
% dari anak-dan remaja besar

Diagnosa keperawatan
Komunitas

􀁺 Pernyataan dari populasi mengenai kondisi,
    trend, masalah-masalah potensial, kekuatan
    dan situasi laten (Watson, 1984 dalam Ervin, 2002)
􀁺 Terdiri dari 3 bagian meliputi: Deskripsi dari
    masalah (respon atau pernyataan),
    identifikasi faktor etiologi, tanda dan gejala.

Diagnosa keperawatan komunitas

• Contoh 1:

Tingginya kematian bayi di Desa Damean
berhubungan dengan
- inadekuat sumber untuk perawatan
  kebutuhan anterpartum
- keterbatasan akses terhadap pelayanan
  anterpartum
- kurangnya praktisi obstetri di Desa Damean

Diagnosa keperawatan komunitas

􀂆 Contoh 2:

Tingginya prevalensi dari gigi caries di SD
Damean 2 berhubungan dengan
- kurangnya pengkajian dan penanganan gigi di
  klinik kesehatan di Desa Damean
- kurangnya kadar flourida dalam air di wilayah
  desa Damean
- rendahnya pendapatan perkapita masyarakat
- tidak pernah ada pendidikan kesehatan gigi
Diagnosa keperawatan komunitas
􀁺 1 Diagnosa keperawatan -- etiologi dan
    tanda/gejala dapat multipel
􀁺 Etiologi dapat diperoleh dari beberapa
    subsistem
􀁺Contoh pada diagnosa 2 -- etiologi dari 4
    subsistem meliputi pendidikan, layanan
    kesehatan dan sosial, lingkungan fisik,
    dan ekonomi

Latihan kasus
􀁺 Studi agregat balita sulit kasus makan di
    Desa Damean
􀁺 Rumuskan diagnosa keperawatan
    komunitas (sebelumnya lakukan analisa
    terhadap data yang ditemukan meliputi
    pengkatagorian, kesimpulan dan
    penarikan kesimpulan)

Kesimpulan

􀁺 Merumuskan diagnosa keperawatan
    komunitas memerlukan pemikiran yang
    kritis dalam mengambil keputusan
􀁺 Ini sebuah tantangan dan tugas utama
􀁺 Komplet dan validnya diagnosa akan
    berdampak pada tahap selanjutnya dari
    proses keperawatan dan dasar dari
    perencanaan program kesehatan

http://yoyokbektiprasetyo.staff.umm.ac.id

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT KOMUNITAS

Definisi Peran Perawat
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier Barbara, 1995:21).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik professional. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk kejelasan.
Care Giver :
Pada peran ini perawat diharapkan mampu
  1. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga , kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
  2. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan klien berdasrkan kebutuhan significan dari klien.
  3. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
Elemen Peran
Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat professional (ELEMENT ROOL) antara lain : care giver, client advocate, conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant dan interpersonal proses.
Client Advocate (Pembela Klien)
Tugas perawat :
  1. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya.
  2. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, sehingga diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien.
Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Disparty, 1998 :140).
Hak-Hak Klien (Dysparty,1998) antara lain :
  1. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
  2. Hak atas informasi tentang penyakitnya
  3. Hak atas privacy
  4. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
  5. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.
Hak-Hak Tenaga Kesehatan antara lain :
  1. Hak atas informasi yang benar
  2. Hak untuk bekerja sesuai standart
  3. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
  4. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
  5. Hak atas rahasia pribadi
  6. Hak atas balas jasa
Conselor
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.
Peran perawat :
  1. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.
  2. Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya.
  3. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.
  4. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan
Educator :
Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seseorang guru membantu murid untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses interaktif antara guru dengan satu atau banyak pelajar dimana pembelajaran obyek khusus atau keinginan untuk merubah perilaku adalah tujuannya. (Redman, 1998 : 8 ). Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru atau ketrampilan secara teknis.
1.      Dilakukan kepada klien /klg , tim kes. Lain baik secara spontan pada saat berinteraksi maupun formal.
2.      Membantu klien mempertinggi pengetahuan dalam upaya meningkatkan kesehatan .
3.      Dasar pelaksanaan adalah intervensi dalam proses keperawatan.
Collaborator
Peran Sebagai Kolaborator Perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya dalam kaitannya membantu mempercepat penyembuhan klien
Coocrdinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemeberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.
Tujuan Perawat sebagi coordinator adalah :
a. Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara efektif, efisien dan menguntungkan klien.
b. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan pada klien.
c. Menggunakan keterampilan perawat untuk :
1.      Merencanakan
2.      Mengorganisasikan
3.      Mengarahkan
4.      Mengontrol
Change Agent
Pembawa perubahan adalah seseorang yg berinisiatip membantu orla membuat perubahan pada dirinya atau pada system (Kemp,1986)
Mengidentifikasi masalah, mengkaji motifasi pasien dan membantu klien tuk berubah, menunjukan alternated, menggali kemungkinan hasilk dari alternative, mengkaji sumber daya menunjukan peran membantu, membina dan mempertahankan hubungan membantu, membantu selama fase dari proses perubahan dan membimbing klien melalui fase ini (Marriner Torney)
PERAN PERAWAT MENURUT KONSORSIUM ILMU KESEHATAN TH 1989
1.      Peran sebagai pemberi Asuhan Keperawatan.
2.      Peran Sebagai Advokat ( Pembela) Klien
3.      Peran Sebagai Edukator
4.      Peran Sebagai Koordinator
5.      Peran Sebagai Kolaborator
6.      Peran Sebagai Konsultan
7.      Peran Sebagai Pembeharu
PERAN PERAWAT HASIL LOKAKARYA KEPERAWATAN TH 1986
Selain peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan, terdapat pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 yang membagi menjadi 4 peran diantaranya
1.       peran perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan,
2.       peran perawat sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan,
3.       peran perawat sebagai pendidik dalam keperawatan serta
4.       peran perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.
PERAN PERAWAT KESMAS
1.      Pelaksana pelayanan keperawatan
2.      Pendidik
3.      Koordinator pelayanan kesehatan
4.      Innovator/pembaharu
5.      Organisator yankes
6.      Role Model/panutan
7.      Fasilitator
8.      Pengelola/Manajer
FUNGSI PERAWAT
Merupakan suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya, dapat berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain
1.      Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri
2.      Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.
3.      Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang ber sifat saling ketergantungan di antara tam satu dengan lainya fungsa ini dapat terjadi apa bila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderaita yang mempunyai penyskit kompleks keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainya, seperti dokter dalam memberikan tanda pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah di berikan.

Rabu, November 03, 2010

APLIKASI TEORI TRANSCULTURAL NURSING DALAM PROSES KEPERAWATAN Komunitas di keluarga

Transcultural Nursing
adalah suatu area/wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002)

Proses keperawatan Transcultural Nursing
 

Pengkajian Transkultural dalam Keluarga mengidentifikasi masalah kesehatan klien sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger and
Davidhizar, 1995).
Pengkajian dirancang berdasarkan 7 komponen yang ada pada "Sunrise Model" yaitu; Faktor teknologi (tecnological factors), Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factors), Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kinship and social factors), Nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural value and life ways), Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (political and legal factors), Faktor ekonomi (economical factors), Faktor pendidikan (educational factors)

Faktor teknologi (tecnological factors)
ž  Teknologi kesehatan memungkinkan individu untuk memilih atau mendapat penawaran menyelesaikan masalah dalam pelayanan kesehatan.
ž  Perawat perlu mengkaji : persepsi sehat sakit, kebiasaan berobat atau mengatasi masalah kesehatan, alasan mencari bantuan kesehatan, alasan klien memilih pengobatan alternatif dan persepsi klien tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan kesehatan saat ini.

Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factors)
ž  Agama adalah suatu simbol yang mengakibatkan pandangan yang amat realistis bagi para pemeluknya. Agama memberikan motivasi yang sangat kuat untuk menempatkan kebenaran di atas segalanya, bahkan di
atas kehidupannya sendiri.
ž  Faktor agama yang harus dikaji oleh perawat
adalah : agama yang dianut, status pernikahan, cara pandang klien terhadap penyebab penyakit, cara pengobatan dan kebiasaan agama yang berdampak positif terhadap kesehatan.

Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kinship and social factors)
ž  Perawat pada tahap ini harus mengkaji faktor-faktor : nama lengkap, nama panggilan, umur dan tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status, tipe keluarga, pengambilan keputusan dalam keluarga, dan hubungan klien dengan kepala keluarga

Nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural value and life ways)
ž  Nilai-nilai budaya adalah sesuatu yang dirumuskan dan ditetapkan oleh penganut budaya yang dianggap baik atau buruk. Norma-norma budaya adalah suatu kaidah yang mempunyai sifat penerapan terbatas pada penganut budaya terkait.
ž  Yang perlu dikaji pada faktor ini adalah : posisi dan jabatan yang dipegang oleh kepala keluarga, bahasa yang digunakan, kebiasaan makan, makanan yang dipantang dalam kondisi sakit, persepsi sakit berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kebiasaan membersihkan diri.


Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (political and legal factors)
ž  Kebijakan dan peraturan yang berlaku adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kegiatan individu dalam asuhan keperawatan lintas budaya (Andrew and Boyle, 1995).
ž  Yang perlu dikaji pada tahap ini adalah : peraturan dan kebijakan yang berkaitan  dengan kebijakan KB, JAMKESMAS, ASKESKIN

Faktor ekonomi (economical factors)
ž  Klien yang dirawat di rumah sakit memanfaatkan sumber-sumber material yang dimiliki untuk membiayai sakitnya agar segera sembuh.
ž  Faktor ekonomi yang harus dikaji oleh perawat diantaranya : pekerjaan, sumber biaya pengobatan, tabungan yang dimiliki oleh keluarga,
biaya dari sumber lain misalnya asuransi, penggantian biaya dari kantor atau patungan antar anggota keluarga.

Faktor pendidikan (educational factors)
ž  Latar belakang pendidikan klien dalam keluarga adalah pengalaman klien dalam menempuh jalur pendidikan formal tertinggi saat ini. Semakin tinggi pendidikan klien maka keyakinan klien biasanya didukung oleh bukti bukti ilmiah yang rasional dan individu tersebut dapat belajar beradaptasi  terhadap budaya yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
ž  Hal yang perlu dikaji pada tahap ini adalah : tingkat pendidikan anggota kelg, jenis pendidikan serta kemampuannya untuk belajar secara aktif mandiri tentang pengalaman sakitnya sehingga tidak terulang kembali.

Selasa, Juni 08, 2010

ANATOMI DAN FISIOLOGI PEREDARAN DARAH JANIN

Sistim peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa karena paru-paru belum berkembang sacara sempurna sehingga O2 diambil melalui perantara placenta

Darah dari placenta dialirkan melalui vena umbilikus (kaya O2) kehati melalui vena cava inferior masuk ke atrium kanan, sebagian besar masuk ke atrium kiri lewat foramen ovale, masuk ke ventrikel kiri melalui aorta dialirkan keseluruh tubuh

2/3 darah dari atrium kanan ke ventrikael kanan kemudian dialirkan keparu-paru melalui arteri pulmonalis
1/3 darah dari arteri pulmonalis langsung ke aorta melaui ductus arteriosus bothali

Normal foramen ovale menutup beberapa saat setelah lahir karena paru mulai berfungsi, masih mungkin terjadi pada hari pertama post natal bila menangis menyebabkan sianosis ringan
bila foramen ovale masih ada dalm 1 minggu disbt ASD (atrium septal defek)

Normal duktus arteriosus menutup 10-15 hari post natal bila masih ada 2 minggu dsbt PDA (paten duktus arteriosus)

1. ASD (atrial seftal depek)
  • Foramen ovale yg terbuka/ terbukanya septum atrium kanan dan kiri
  • Shunting dari kiri ke kanan, menyebabkan peningkatan darah teroksigenasi kejantung kanan meningkat, tekanan pada jantung kana meningkat, ventirkel kanan lebih tebal, tekanan arteri pulmonalis meningkat, tekanan aorta tak ada perubahan
  • Bisingnya kecil
  • anak akan : fatiqui/mudah lelah, ispa, murmur
  • rontgen pembesaran jantung
  • DX dg cateterisasi jantung
  • penanganan dijahit atau dipasang graf dg pembedahan janatung
  • prognosa baik

2. PDA (paten duktus arteriosus)
  • terdapat hubungan antara arteri pumonalis dengan aorta karena duktus arteriosus terbuka, terjasi shun dari aorta ke arteri pulmonalis menyebabkan tekanan aorta meningkat
  • sirkulasi darah keparu meningkat
  • beban ventrikel kiri meningkat (left ventrkel hypertropi/LVH) karena harus mensuplai volume perifer yg normal disamping jumlah darah yg mengalai pirau
  • peningkatan beban ventrikel kanan (RVH)
  • CO meningkat, bising sistolik besar, hipertensi pulmonal
3.  VENTRIKULER SEFTAL DEFEK
  • ADANYA LUBANG PADA SEFTUM ATAU AREA LAIN ANTARA VENTRIKEL KANAN DAN KIRI
  • defek kecil, asimtomatik, menutup spontan 50 % sebelum 3 tahun
  • defek besar, darah shun keventrikel kanan, tekanan ventrikel kanan meningkat, peningkatan tekanan ke atrium kanan, resiko endokarditis, hipoksia kronis penurunan CO
  • anak fatiqui, dispnea
  • murmur
  • ispa
  • pananganan pembedahan 
  • prognosa baik
4. PULMONIK STENOSIS
  • strikur pada katup pulmonal pada ventrikel kanan
  • teergantung dari beratnya strikur karena aliran darah keparu tidak adekuat, darah kembali ke atrium kanan, gagal jantung kongesti
  • anak akan dispnea, fatiqui
  • murmur sistolik
  • penanganan insisi pada katup valvulotomi pada anak usia 2-3 th
5. AORTIK STENOSIS
  • stenosis diatas / bawah katub aorta, ventrikel kiri meningkat, atrium kiri meningkat
  • anak fatiqui,pusins saat CO menurun
  • jika kebutuhan O2 meningkat gejala makin jelas, jika aktipitas berlebihan mati mendadak
  • EKG: LVH 
  • penanganan insisi katup saat 2-3 th
TETRALOGI OF FALOT
  • PULMONARI STENOSIS
  • RVH
  • VSD
  • KELAINAN AORTA/DEKSTRA POSISI PANGKAL AORTA
MANIFESTASI KLINIS
  • Sianosis
  • letargi: mengantuk, apatis, masa bodoh, lambat reson
  •  lemah
  • dispnea
  • clubing
  • bayi kecil/BB kurang
  • ispa
  • murmur 
  • penanganan awal dan lanjut pada usia sekolah
ASKEP
PENGKAJIAN
  • sianosis
  • dispnea
  • retraksi
  • murmur
  • edema tungkai
  • hepatomagali
  • clubing
  • fingger
  • nutrisi
  • BB:TB use buku std,lingkar kepala,keb.kalori, protein,cairan, psikososial
 DIAGNOSA
  • PENURUNAN co BD MALPORMASI JANTUNG
  • gangguan pertukaran gas bd kongesti pulmonal
  • intoleransi aktifitas bd  tidak seimbang antara pemakaian dan suplai O2
  • perubahan tumbang bd tidakadekuat O2 dan nutrisi pd jaringan
  • perubahan nutrisi
  • resti infeksi bd fisik yg lemah
  • perubahan peran ortu